Riana

Suasana kelas mulai hening karena terlihat dari pintu ibu guru masuk dengan membawa setumpuk buku, sepertinya buku untuk semester baru. Seluruh siswa dalam kelas segera menuju kursinya masing-masing dan mulai tenang duduk di bangku. Tidak terkecuali Riana yang sedari tadi melamun di kursinya. Ia mengusap sudut matanya yang tadi sempat dipenuhi oleh air mata. Ia menarik nafas panjang yang membuat Dewi, teman sebangkunya, heran.